Abah Rama: The Expressing Leader

Abah Rama: STRENGTHS BASED MOTIVATION SERIES “THE EXPRESSING LEADER” – Prinsip Dasar Karakter, Sifat, dan Nilai

Kepemimpinan Menjadi seorang pemimpin yang ideal bukanlah perkara yang mudah. Sebagai calon pemimpin masa depan, seseorang harus memahami karakter, sifat, dan nilai-nilai kepemimpinan itu sendiri. Namun, sebelum mengenal semua itu, ada hal fundamental yang harus dimiliki oleh setiap orang khususnya para calon pemimpin masa depan. Yakni pemahaman yang komprehensif mengenai karakter dan bakat/talents yang dimiliki kita. Hal tersebut penting untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada dalam diri kita sehingga kita bisa menjadi pemimpin khususnya pemimpin diri sendiri yang memaksimalkan talents yang dimiliki.
Ada dua tipe pemimpin berdasarkan karakteristiknya yaitu: impressing leaders dan expressing leaders. Impressing leaders adalah tipe pemimpin yang memilki karakter “pencitraan”. Yaitu pemimpin yang selalu berusaha memberi “kesan” baik kepada rakyatnya atau yang dipimpinnya. Pemimpin tersebut melakukan itu untuk menjaga image dirinya aga terlihat proffesional dan bisa disegala bidang. Namun, lambat laun rakyat atau bawahannya akn mengetahui kelemahan pemimpinnya tersebut. Jika kita lihat kondisi yang terjadi sekarang, banyak pemimpin bertipe “impressing” yang berusaha meniru karakteristik pemimpin yang ideal.
Expressing leaders adalah karakter seorang pemimpin yang dibutuhkan. Expressing leaders adalah karakter pemimpin yang berani menyatakan kekuatannya dan juga mengakui keterbatasannya. Pemimpin yang memiliki karakteristik expressing akan memunculkan trust dari bawahannya. Hal tersebut timbul dari pernyataan keahlian atau talents-nya dan juga pengakuan keterbatasannya. Seorang pemimpin yang memiliki karakter expressing adalah pemimpin yang matang, yaitu pemimpin yang mengenal dirinya sendiri. Pemimpin yang mengenal dirinya, akan mengetahui letak kekuatan dan kelemahannya. Pemimpin seperti itu tentunya akan mencari solusi dari kelemahannya dan akan bekerja semaksimal mungkin untuk bidang-bidang yang dikuasainya tersebut. Salah satu contoh: pemimpin yang lemah di bidang pertahanan negara akan mengakui bahwa dirinya tidak ahli di bidang tersebut. Namun, menunjuk seorang yang ahli di bidang strategi pertahanan yang bisa secara proffesional memimpin bawahannya. Untuk bidang-bidang yang dikuasai oleh pemimpin tersebut, tentunya bawahan akan menagih dan meminta pembuktian dari pernyataan atau pengakuan pemimpin tersebut. Bawahan akan melihat profesionalitas dia dengan kinerjanya dan bila ada kegagalan atau diluar perkiraan, bawahan juga akan memakluminya karena melihat kinerjanya yang maksimal.
Abah Rama, pada acara Diskusi Pasca Kampus yang dihelat PPSDMS Regional 2 Bandung, 25 Agustus 2010 memberikan assesment untuk mengetahui talents atau kekuatan bakat yang ada di dalam diri kita. Goal yang ingin dicapai dari assesment yang berlangsung selama 30 menit tersebut, adalah peserta PPSDMS regional 2 Bandung dapat mengetahui talents dominan dalam dirinya. Beliau membagi strength typology atau kekuatan karakter menjadi 30 bakat. Dan dipecah lagi menjadi 114 kekuatan spesifik. Dari 30 strenth typology tersebut, beliau mengelompokkannya ke dalam 4 kuadran. Kuadran 1 yaitu HS (Headman-Servicing), TN (Thinking-Networking) berada di kuadran 2, RE (Reasoning-Elementary) menempati kuadran 3, sedangkan di kuadran 4: Te-Gi (Technical-Generating Idea).
Abah Rama, pemilik http://abahrama.com, memberikan konsultasi kepada peserta tentang hasil dari assesment tersebut. Abah Rama juga menjelaskan kepada peserta manfaat dari tes talants mapping tersebut yaitu yang paling berguna adalah untuk mengetahui peta kekuatan dan kakrakter diri dan kaitannya dengan pengembangan diri dan dunia kerja. Peserta PPSDMS terlihat antusias dalam menanyakan hasil assestment-nya dan hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan kekuatannya.

Kelas DT Oktober 2010

Tags: , , , , , ,

Comments are closed.